Pemadaman Listrik Bergilir di Kalsel Tuai Keluhan, Masyarakat Minta PLN Beri Penjelasan dan Kompensasi

SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan menuai keluhan dari masyarakat. Gangguan pasokan listrik tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas sehari-hari hingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi warga dan pelaku usaha.

Sejumlah masyarakat mengaku ingin mendapatkan penjelasan yang lebih terbuka mengenai penyebab pemadaman bergilir tersebut. 

Berbagai spekulasi pun bermunculan, mulai dari dugaan terganggunya pasokan bahan bakar, distribusi batu bara, hingga adanya gangguan pada sistem pembangkit maupun jaringan kelistrikan.

Di sisi lain, sebagian warga memahami jika pemadaman dilakukan karena alasan teknis dalam rangka perbaikan sistem. Meski demikian, mereka berharap informasi mengenai jadwal maupun penyebab pemadaman dapat disampaikan secara jelas agar masyarakat dapat mengantisipasi dampaknya.

Keluhan juga muncul terkait pelayanan kepada pelanggan. Masyarakat menilai selama ini pelanggan dikenai denda apabila terlambat membayar tagihan listrik, bahkan berisiko diputus aliran listriknya. Namun, saat terjadi pemadaman dalam waktu yang cukup lama, pelanggan merasa belum memperoleh bentuk kompensasi yang sebanding atas gangguan layanan yang diterima.

Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga, tetapi juga sektor usaha. Pelaku UMKM yang bergantung pada listrik mengalami kerugian akibat terganggunya operasional. Produk makanan beku berpotensi rusak, aktivitas perhotelan dan pariwisata ikut terdampak, sementara layanan internet yang terganggu menyebabkan rapat daring hingga aktivitas kerja menjadi terhambat.

Selain itu, pemadaman listrik juga berisiko menyebabkan hilangnya data pada perangkat komputer yang belum sempat disimpan. Bagi masyarakat yang memelihara ikan hias atau menjalankan usaha budidaya yang menggunakan pompa oksigen, pemadaman turut mengancam kelangsungan hidup ikan. Aktivitas belajar mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi juga tidak luput dari dampak gangguan pasokan listrik tersebut.

Masyarakat berharap PT PLN dapat mempertimbangkan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak, misalnya berupa potongan tagihan listrik pada periode berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, PLN juga diharapkan membuka mekanisme pengajuan ganti rugi bagi pelanggan yang mengalami kerusakan peralatan elektronik atau kerugian lain akibat pemadaman, dengan tetap mengedepankan proses verifikasi berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap listrik, keterbukaan informasi mengenai penyebab gangguan, jadwal pemadaman, serta langkah pemulihan dinilai menjadi hal yang penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Lebih baru Lebih lama