SOEARAKALSEL.COM, AMUNTAI — Kemudahan transaksi digital melalui QRIS dan dompet elektronik kini semakin akrab dengan kehidupan generasi muda. Namun di balik kepraktisannya, terdapat berbagai risiko keamanan yang perlu dipahami sejak dini.
Menyikapi hal tersebut, Bank Kalsel menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan dan keamanan transaksi digital di SMK Negeri 2 Amuntai, Kamis (8/1). Kegiatan bertajuk “SCAN, PAY, DONE… Aman Gak Sih? Menghadapi Digitalisasi Pembayaran di Era Modern” ini menjadi bagian dari komitmen Bank Kalsel dalam mendorong inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap potensi kejahatan digital.
Acara dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Fakhruzin Ahyani, Kepala SMKN 2 Amuntai Herry Fitriyadi, Direktur Bisnis Bank Kalsel Akhmad Fauzi Noor, Kepala Divisi Dana & Digital Banking Bank Kalsel, para guru, serta ratusan siswa.
Dalam sesi pemaparan, Bank Kalsel memberikan pemahaman mengenai penggunaan QRIS dan e-wallet secara aman, termasuk cara mengenali berbagai modus penipuan seperti QR palsu, phishing, serta risiko kebocoran data pribadi yang kerap mengintai pengguna layanan digital yang kurang waspada.
Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor, menegaskan bahwa literasi keamanan digital menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab secara finansial.
“QRIS dan pembayaran digital memang memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun tanpa pemahaman keamanan, justru bisa menjadi celah penipuan. Karena itu, pelajar perlu dibekali pengetahuan agar mampu bertransaksi secara aman, cerdas, dan tidak mudah tertipu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Amuntai Herry Fitriyadi menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Kalsel yang dinilai relevan dengan kebutuhan pelajar di era digital.
“Edukasi ini tidak hanya mengenalkan sistem pembayaran modern, tetapi juga menanamkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Ini penting untuk membentuk karakter siswa agar bijak mengelola keuangan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa,” katanya.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Ubaidillah Alkaff dan Tina, yang membahas literasi keuangan, keamanan transaksi digital, serta penguatan program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Melalui kegiatan ini, para siswa didorong menjadi Smart User, yakni pengguna layanan keuangan digital yang cermat, bertanggung jawab, dan sadar risiko sejak dini. (Ang)
Tags
Ekonomi & Bisnis