Gubernur Kalsel: Stabilitas Harga Jelang Idulfitri Harus Dijaga Bersama


SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi fokus utama pemerintah daerah.

“Kita harus memastikan harga tetap stabil dan pasokan aman. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam pengendalian inflasi,” ujarnya usai menghadiri HLM TPID di Gedung Mahligai Pancasila.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya memantau, tetapi juga siap melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga yang signifikan di pasaran.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Fadjar Majardi, menyebutkan bahwa tekanan inflasi menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang harus diantisipasi sejak dini.

“Ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai, seperti kenaikan harga pangan, emas, hingga dampak global terhadap energi dan distribusi,” jelasnya.

Untuk itu, TPID mendorong penguatan berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan produksi pangan, operasi pasar, hingga penguatan sistem berbasis data.

Di sisi lain, BPS mencatat tren kenaikan inflasi di Kalimantan Selatan. Menurut Fachri Ubadiyah, inflasi Februari 2026 mencapai 0,86 persen secara bulanan dan 5,97 persen secara tahunan.

“Komoditas seperti emas perhiasan, daging ayam, cabai, dan beras menjadi penyumbang utama inflasi,” ungkapnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, TPID Kalsel optimistis stabilitas harga dapat terjaga dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Idulfitri. (Ang)
Lebih baru Lebih lama