LSM KAKI Kalsel Desak Pengawasan Emas di Bandara Syamsudin Noor Diperketat




SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalimantan Selatan mendesak pihak Bea dan Cukai memperketat pengawasan di Bandara Internasional Syamsudin Noor menyusul adanya dugaan pengiriman emas ilegal menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Direktur LSM KAKI Kalsel, Akhmad Husaini, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait indikasi penyelundupan emas yang diduga berasal dari Kalimantan Selatan. Menurutnya, tingginya harga emas saat ini berpotensi mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan emas ilegal, termasuk yang berasal dari tambang tanpa izin.

“Kami menerima informasi terkait pengiriman emas ilegal dari Kalsel melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor dengan tujuan Kuala Lumpur, Malaysia. Karena berpotensi merugikan negara, kami mendesak aparat penegak hukum dan Bea Cukai untuk memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Ia menilai modus penyelundupan terus berkembang, termasuk dengan menyamarkan emas dalam bentuk perhiasan untuk menghindari pemeriksaan petugas. Karena itu, pengawasan yang lebih ketat dinilai penting guna mencegah kebocoran penerimaan negara.

“Kami berharap petugas bandara bersama Bea Cukai lebih ketat melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang. Jangan sampai ada oknum yang mengetahui praktik tersebut namun memilih tutup mata,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, LSM KAKI Kalsel berencana mengunjungi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan (DJBC Kalbagsel) guna berkoordinasi sekaligus menyampaikan informasi yang mereka peroleh dari masyarakat.

“Kami ingin berbagi informasi terkait dugaan pengiriman emas ilegal ke Malaysia agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada,” tambah Husaini.

Bea Cukai: Belum Ada Temuan Pengiriman Emas Ilegal dari Banjarmasin

Menanggapi hal tersebut, Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan menegaskan hingga kini belum menemukan kasus pengiriman emas ilegal secara langsung dari Bandara Internasional Syamsudin Noor ke Malaysia.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJBC Kalbagsel menjelaskan informasi yang disampaikan telah diteruskan kepada Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno-Hatta untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.

“Dugaan tersebut sudah diinformasikan ke KPU Bea Cukai Soekarno-Hatta dan sudah ditindaklanjuti. Jadi tidak ada yang ke Malaysia langsung melalui Syamsudin Noor,” ujarnya.

Meski demikian, Bea Cukai memastikan pengawasan tetap diperketat, terutama setelah adanya penindakan kasus penyelundupan emas di Bandara Soekarno-Hatta.

“Teman-teman di lapangan tetap memperketat pemeriksaan setelah adanya penindakan dari Bea Cukai Soetta,” katanya.

Bea Cukai Kalbagsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas barang dan penumpang guna mencegah potensi pelanggaran kepabeanan, termasuk penyelundupan komoditas bernilai tinggi seperti emas.
Lebih baru Lebih lama