Gubernur Kalsel Paparkan Proyek Strategis, Jembatan Pulau Laut hingga Stadion Internasional Jadi Prioritas


SOEARAKALSEL.COM, BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memaparkan sejumlah proyek infrastruktur strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026. Proyek-proyek tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas wilayah, serta memperkuat daya saing daerah.

Salah satu proyek unggulan yang disampaikan adalah pembangunan Jembatan Pulau Laut yang akan menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru. Proyek dengan nilai investasi besar ini dirancang sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya dalam mendukung pengembangan industri dan pelabuhan.

“Kita sudah memantapkan pembangunan Jembatan Pulau Laut sejak 2025, dan targetnya bisa selesai pada 2028. Ini menjadi salah satu proyek strategis yang akan membuka akses dan peluang ekonomi baru,” ungkap Muhidin, Selasa (7/4/2026).

Selain itu, Pemprov Kalsel juga merencanakan pembangunan Jalan Lintas Tengah melalui jalur Mali-Mali yang menghubungkan Martapura dengan Kabupaten Tapin. Jalan ini dirancang untuk mengurai kemacetan di Jalan A. Yani yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi darat di wilayah tersebut.

“Jalan tengah ini sangat penting untuk memecah arus lalu lintas. Tahun ini kita fokus pada pembebasan lahan, dan konstruksi direncanakan mulai 2027,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pembangunan stadion bertaraf internasional di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, juga menjadi prioritas. Stadion ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional.

“Tahun ini kita lakukan pembebasan lahan, kemudian pembangunan dimulai secara bertahap. Ini proyek multiyears yang akan selesai sekitar 2028,” tambahnya.

Gubernur juga menyinggung rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta Pelabuhan Mekar Putih yang diproyeksikan menjadi salah satu pelabuhan terdalam di Indonesia. Proyek ini diharapkan mampu menarik investasi besar sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik regional.

Menurutnya, seluruh proyek tersebut harus terintegrasi dalam perencanaan RKPD agar memiliki arah yang jelas dan selaras dengan kebijakan nasional. Ia juga menekankan pentingnya dukungan DPRD serta kolaborasi lintas sektor dalam merealisasikan pembangunan tersebut.

“Semua program ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, DPRD, dan juga dukungan masyarakat agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat,” tegasnya.

Lebih baru Lebih lama