SOEARAKALSEL.COM, KANDANGAN - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bergerak cepat mempersiapkan diri menghadapi ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.
Langkah tersebut diawali dengan menggelar Coaching Clinic Penguatan Inovasi Daerah yang dibuka langsung oleh Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para inovator, pejabat administrator, hingga tim pelaksana inovasi dari seluruh instansi, puskesmas, rumah sakit, hingga pemerintah desa se-Kabupaten HSS.
Bupati Syafrudin Noor menegaskan, inovasi kini menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap instansi guna mendongkrak kualitas tata kelola pemerintahan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Inovasi tidak hanya dimaknai sebagai penciptaan aplikasi atau program baru, tetapi juga mencakup berbagai terobosan yang mampu memberikan kemudahan, efektivitas, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Syafrudin Noor.
Ia juga mengingatkan pentingnya kerapian dokumentasi dan validitas data dukung dari setiap inovasi yang sedang berjalan di lapangan.
Menurutnya, kesuksesan sebuah program tidak hanya dinilai dari pelaksanaannya saja, melainkan dari kemampuan menyajikan bukti dampak, keberlanjutan, dan kesesuaian indikator penilaian resmi.
“Melalui kegiatan ini saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi, sehingga setiap inovasi dapat disempurnakan,” tambahnya.
Coaching clinic ini dilaksanakan dalam bentuk desk inovasi yang berfokus pada penelaahan kelengkapan data administratif dari masing-masing unit kerja.
Demi memaksimalkan hasil, Pemkab HSS menghadirkan langsung pakar dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan pendampingan teknis.
Lewat bimbingan ini, Pemkab HSS berharap budaya kreatif terus tumbuh di lingkungan birokrasi sekaligus menciptakan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan warga.
