SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Bank Kalsel menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas layanan dan tata kelola perusahaan melalui serangkaian program yang dijalankan sepanjang 6–8 Juli 2026. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari edukasi keamanan digital bagi nasabah, peningkatan pelayanan publik, literasi keuangan masyarakat, hingga penguatan struktur kepemimpinan perusahaan.
Upaya pertama diwujudkan melalui imbauan kepada seluruh nasabah agar mewaspadai maraknya penipuan yang mengatasnamakan Bank Kalsel melalui aplikasi WhatsApp. Masyarakat diminta hanya mempercayai kanal resmi Bank Kalsel Care dengan nomor 0811-500-1122 yang telah terverifikasi, serta tidak pernah membagikan PIN, password, kode OTP maupun data pribadi kepada pihak mana pun.
Selain memperkuat perlindungan nasabah, Bank Kalsel juga berbagi pengalaman dalam membangun budaya pelayanan prima. Melalui pelatihan Service Excellent bagi 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Darpusda) Kota Banjarbaru, Bank Kalsel menghadirkan materi mengenai lima pilar pelayanan prima, yakni keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik.
Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sehingga lebih profesional, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Komitmen dalam meningkatkan literasi masyarakat juga diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan bersama Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) Kabupaten Banjar. Dalam kegiatan itu, Bank Kalsel memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan, bahaya kejahatan digital seperti skimming dan phishing, serta langkah-langkah menjaga keamanan transaksi perbankan.
Pada kesempatan yang sama, Bank Kalsel turut memperkenalkan sejumlah produk unggulannya, seperti Tabungan Banua Rencana dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebagai bagian dari upaya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.
Di sisi tata kelola perusahaan, Bank Kalsel juga mendapat penguatan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dua calon direksi telah lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). Persetujuan diberikan kepada Izhar sebagai Direktur Bisnis dan Iwan sebagai Direktur Operasional.
Dengan terbitnya persetujuan tersebut, proses selanjutnya tinggal menunggu pelantikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan selaku pemegang saham pengendali, sehingga jajaran direksi Bank Kalsel dapat segera lengkap untuk mendukung peningkatan kinerja perusahaan.
Sementara itu, sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan administrasi, Bank Kalsel bersama Bank Kalsel Syariah menetapkan penyesuaian biaya rekening tidak aktif (dormant) menjadi Rp5.000 per bulan yang berlaku mulai 10 Juli 2026. Nasabah diimbau melakukan transaksi secara berkala agar rekening tetap aktif dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Serangkaian langkah tersebut mencerminkan komitmen Bank Kalsel untuk terus memperkuat layanan kepada nasabah, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, membangun pelayanan publik yang berkualitas, serta memperkuat tata kelola perusahaan demi mendukung pertumbuhan perbankan daerah yang semakin profesional.
Tags
Ekonomi & Bisnis