Fauzan Ramon: Permintaan Maaf Hotman Paris Tak Hapus Proses Hukum, Hormati Profesi Wartawan


KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Advokat senior sekaligus Dosen STIHSA Banjarmasin, Dr. H. Fauzan Ramon, SH., MH., menilai permintaan maaf yang disampaikan pengacara Hotman Paris tidak serta-merta menghapus proses hukum yang tengah berjalan terkait dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan.

Menurut Fauzan, pernyataan Hotman Paris yang menyebut wartawan dengan kalimat "Lu punya otak nggak?" merupakan ucapan yang tidak pantas disampaikan oleh seorang praktisi hukum.

"Seorang intelektual, apalagi memahami hukum, tidak seharusnya meremehkan profesi wartawan dengan ucapan seperti itu," kata Fauzan, Selasa (21/7/2026).

Fauzan menegaskan, peran wartawan sangat besar dalam membangun reputasi seseorang, termasuk para profesional seperti advokat.

"Kita dikenal karena wartawan yang mempublikasikan aktivitas dan profesi kita. Saya sendiri merasakan manfaatnya, sehingga banyak masyarakat mengenal saya dan meminta bantuan hukum," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap orang tidak merasa paling hebat atau paling pintar.

"Kita semua manusia. Yang sempurna hanya Allah SWT. Jangan membanggakan diri dan menganggap diri paling pintar," tuturnya.

Sebagai sesama advokat, Fauzan mengaku tidak sependapat dengan cara Hotman Paris berkomunikasi kepada wartawan. Ia mengimbau seluruh pihak untuk menghormati profesi jurnalistik.

"Saya sebagai pengacara tidak sependapat dengan ucapan tersebut. Berbicaralah dengan lembut kepada wartawan, karena wartawan menjalankan tugas yang mulia," katanya.

Menanggapi permintaan maaf yang telah disampaikan Hotman Paris, Fauzan menegaskan bahwa hal tersebut tidak otomatis menghentikan proses hukum.

"Permintaan maaf adalah hal yang baik, tetapi itu tidak menghapus proses hukum yang sudah berjalan," tegasnya.

Diketahui, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah melaporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan menyusul pernyataannya yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Lebih baru Lebih lama