OJK Setujui Dua Direksi Bank Kalsel, Tinggal Menunggu Pelantikan Gubernur


SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan proses uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap dua calon direksi Bank Kalsel. Keduanya dinyatakan memenuhi persyaratan dan telah memperoleh persetujuan resmi dari regulator.

Dua calon direksi yang telah mengantongi persetujuan tersebut adalah Izhar sebagai Direktur Bisnis dan Iwan sebagai Direktur Operasional. Dengan terbitnya surat persetujuan OJK, tahapan berikutnya tinggal menunggu pelantikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengatakan seluruh proses yang menjadi kewenangan OJK telah diselesaikan sekitar satu bulan lalu.

"Proses di OJK sudah selesai. Surat persetujuannya sudah keluar. Kami telah menyetujui pengangkatan Direktur Operasional dan Direktur Bisnis. Sekarang tinggal menunggu pelantikan oleh Gubernur," ujar Agus Maiyo.

Ia menjelaskan, tidak ada lagi kendala secara legal dalam pengisian dua jabatan direksi tersebut. Seluruh tahapan penilaian, mulai dari kompetensi, integritas, hingga aspek kepatutan, telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku bagi pengurus bank.

Menurut Agus, setelah persetujuan diterbitkan, proses selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pemegang saham pengendali untuk menetapkan jadwal pelantikan direksi definitif.

OJK berharap pelantikan dapat segera dilaksanakan agar jajaran direksi Bank Kalsel kembali lengkap dan mampu mengoptimalkan pengambilan keputusan strategis dalam mendukung pengembangan bisnis serta peningkatan kinerja perusahaan.

"Semakin cepat tentu semakin baik, sehingga direksi yang telah mendapat persetujuan dapat segera bekerja," pungkasnya.

Dengan segera terisinya dua posisi strategis tersebut, Bank Kalsel diharapkan semakin memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan pelayanan kepada nasabah, serta mendukung pertumbuhan sektor perbankan dan perekonomian di Kalimantan Selatan.
Lebih baru Lebih lama