SOEARAKALSEL.COM, PELAIHARI – PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Asam-Asam memastikan gangguan pasokan listrik yang terjadi di sistem Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tidak disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara.
Senior Manager PLN IP UBP Asam-Asam, Fajar Pamujianto, menegaskan stok batu bara di PLTU Asam-Asam masih dalam kondisi aman untuk mendukung operasional pembangkit hingga sekitar 15 hari ke depan.
"Terkait kerusakan yang terjadi itu tidak ada korelasinya sama sekali dengan kondisi batu bara," ujar Fajar, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, gangguan yang memicu berkurangnya pasokan listrik berasal dari kerusakan pada stator generator Unit 3 PLTU Asam-Asam. Kerusakan tersebut bersifat teknis dan terjadi di luar jadwal pemeliharaan.
"Memang di luar kapasitas dan kemampuan kami. Kejadian kerusakan ini tidak bisa dijadwalkan," katanya.
Fajar menyebutkan gangguan serupa terakhir kali terjadi pada 2018. Sementara sepanjang 2026, kerusakan tersebut baru pertama kali dialami Unit 3.
Saat ini proses perbaikan dilakukan secara intensif selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Sekitar 10 teknisi diterjunkan untuk menangani pekerjaan yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi karena ruang kerja yang terbatas.
"Kondisi itu menjadi jaminan kualitas pekerjaan, sehingga saat unit kembali beroperasi mudah-mudahan tidak muncul kendala yang sama," ucapnya.
PLN menargetkan proses perbaikan selesai dalam waktu sekitar 30 hari atau hingga 25 Agustus 2026. Selama masa perbaikan, setiap komponen harus melalui tahapan pengujian, evaluasi, hingga pemasangan kembali untuk memastikan seluruh sistem bekerja optimal.
"Sparepart harus menjalani treatment dari waktu ke waktu, mulai pengujian, pengambilan data, pengujian kembali hingga hasilnya benar-benar maksimal. Setelah itu baru kami lakukan pemasangan," jelas Fajar.
Dari total enam unit pembangkit yang dimiliki PLTU Asam-Asam, saat ini empat unit masih beroperasi normal, sementara Unit 3 menjalani perbaikan dan Unit 2 sedang memasuki masa pemeliharaan.
Dengan kondisi tersebut, PLN memastikan upaya pemulihan terus dilakukan agar sistem kelistrikan kembali normal secepat mungkin.
Tags
BUMN & BUMD