Status Bank Devisa Buka Peluang Baru, Bank Kalsel Dijajaki Kerja Sama Ekspor oleh Bank Nasional


SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Status Bank Kalsel sebagai bank devisa mulai membawa dampak positif terhadap pengembangan bisnis perseroan. Sejumlah bank nasional kini menjajaki peluang kerja sama dengan Bank Kalsel, terutama di sektor pembiayaan ekspor dan layanan bisnis lainnya.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengungkapkan dalam dua pekan terakhir pihaknya menerima kunjungan sejumlah bank dari Jakarta yang tertarik menjalin kolaborasi setelah Bank Kalsel resmi berstatus bank devisa.

"Dalam dua minggu terakhir kami banyak didatangi bank-bank dari Jakarta. Alhamdulillah mereka melihat Bank Kalsel sebagai bank devisa yang memiliki potensi untuk bekerja sama lebih jauh," ujar Fachrudin usai rapat bersama Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, salah satu bank yang telah melakukan penjajakan kerja sama adalah Bank Capital Indonesia. Selain itu, terdapat beberapa bank nasional lainnya yang juga menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan berbagai peluang bisnis bersama.

Fachrudin menjelaskan, kerja sama yang dibahas tidak hanya mencakup pembiayaan ekspor, tetapi juga pengembangan bisnis pensiunan melalui skema pembiayaan bersama.

"Mereka tertarik bekerja sama di bidang ekspor. Kemudian ada juga yang membahas pengembangan bisnis pensiunan yang potensinya bisa kita biayai bersama," katanya.

Selain peluang kerja sama yang semakin terbuka, Bank Kalsel juga mencatat kinerja keuangan yang positif. Dari laba tahun buku 2025, Bank Kalsel telah menyetorkan dividen sebesar Rp56 miliar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk tahun buku 2026, perseroan menargetkan dividen yang akan dibayarkan pada 2027 meningkat menjadi Rp61 miliar.

"Untuk laba tahun 2025 kami sudah membayarkan dividen kepada Pemprov sebesar Rp56 miliar. Target kami, dividen dari laba tahun 2026 yang akan dibayarkan pada 2027 nanti sebesar Rp61 miliar," jelas Fachrudin.

Ia menambahkan, sumber pendapatan terbesar Bank Kalsel hingga kini masih berasal dari bunga kredit, baik kredit produktif maupun kredit konsumtif.

"Pendapatan terbesar kami masih dari bunga kredit, baik kredit produktif maupun kredit konsumtif," ujarnya.

Di sisi operasional, Bank Kalsel memastikan pelayanan kepada nasabah tetap berjalan normal meski terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Seluruh kantor layanan telah dilengkapi dengan generator set (genset) sehingga aktivitas operasional tidak terganggu.

"Kami sudah memiliki genset di seluruh kantor layanan. Jadi ketika listrik padam, dalam hitungan detik langsung menyala sehingga pelayanan kepada nasabah tidak terganggu," pungkasnya. 
Lebih baru Lebih lama