KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 125 Orang Dievakuasi, 6 Meninggal


SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Kabar duka datang dari pelayaran Surabaya-Banjarmasin. Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Hingga pukul 21.00 WITA, sebanyak 125 orang berhasil dievakuasi dari kapal nahas tersebut. Sebanyak 119 orang dinyatakan selamat, sementara enam orang meninggal dunia.

Namun, proses pencarian belum berakhir. Dari total 243 orang yang berada di dalam kapal, masih terdapat ratusan penumpang dan awak kapal yang belum diketahui keberadaannya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan para korban yang berhasil dievakuasi saat ini berada di sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

"TB Mauhaw IX telah mengevakuasi 16 orang, TB TCP mengevakuasi 6 orang, MV Haida mengevakuasi 69 orang, dan KM Cahaya Bahari Jaya mengevakuasi 22 orang," kata I Putu.

TB Mauhaw IX selanjutnya menuju Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. Sedangkan TB TCP dan MV Haida diarahkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Hilang Kontak Setelah Hadapi Cuaca Buruk

KM Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 10.13 WIB dengan tujuan Banjarmasin.

Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA, Minggu dini hari.

Laporan diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.

Sebelum hilang kontak, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk saat berlayar di Laut Jawa.

Posisi terakhir kapal diperkirakan berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Tim SAR kemudian bergerak melakukan pencarian dan pertolongan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Kapal Miring, Sinyal Darurat Diaktifkan

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan kondisi kapal sempat mengalami perubahan center of gravity atau kemiringan sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.

Awak kapal sebelumnya telah melaporkan kondisi cuaca buruk kepada perusahaan.

Saat kondisi kapal memburuk, awak kapal mengirimkan broadcast untuk meminta bantuan. Perangkat darurat Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) juga diaktifkan.

Basarnas kemudian mendeklarasikan kondisi kedaruratan kepada seluruh pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa agar kapal-kapal di sekitar lokasi dapat memberikan bantuan.

"Posisi lokasi kejadian kalau ditempuh dari Banjarmasin memakan waktu kira-kira enam jam," ujar Syafii.

Keluarga Korban Memadati Pelabuhan Trisakti

Sementara itu, suasana haru menyelimuti Posko Operasi SAR di kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Keluarga penumpang dan awak kapal berdatangan sejak Minggu pagi untuk mendapatkan kepastian mengenai kondisi kerabat mereka.

Sebagian keluarga telah menerima kabar bahwa anggota keluarganya berhasil dievakuasi. Namun, sebagian lainnya masih menunggu informasi mengenai keberadaan kerabat mereka.

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan.

Pemerintah juga memastikan kecelakaan tersebut akan diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan mengevaluasi aspek keselamatan pelayaran.

Data sementara hingga pukul 21.00 WITA:

  • Total penumpang dan awak: 243 orang
  • Berhasil dievakuasi: 125 orang
  • Selamat: 119 orang
  • Meninggal dunia: 6 orang
  • Sisanya: masih dalam pencarian

Operasi SAR masih berlangsung. Data korban dapat berubah seiring proses evakuasi dan pendataan di lapangan. (Ang)

Lebih baru Lebih lama