Bank Kalsel Ajak Warga Lari Sambil Tanam 760 Pohon Ulin di Tahura Sultan Adam


BANJARMASIN, SOEARAKALSEL.COM – Bank Kalsel mengajak masyarakat Kalimantan Selatan berolahraga sekaligus ikut menjaga kelestarian lingkungan melalui program AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi.

Mengusung tema “Sehat Diri, Bumi Lestari – Dari Pesisir ke Pegunungan”, program tersebut menargetkan penanaman 760 bibit pohon ulin di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin.

Program ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan. Konsep yang ditawarkan cukup berbeda karena aktivitas lari peserta akan dikonversikan menjadi kontribusi penanaman pohon.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari AKSEL Virtual Run 2024 yang sebelumnya menghasilkan penanaman 7.400 bibit mangrove di kawasan pesisir Kalimantan Selatan.

“Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Kalsel mengalihkan fokus restorasi ekosistem darat menuju dataran tinggi, tepatnya di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus, Taman Hutan Raya Sultan Adam, Mandiangin,” ujar Fachrudin.

Dalam mekanisme tahun ini, seluruh jarak tempuh peserta akan dihitung secara kolektif. Setiap akumulasi 10 kilometer akan dikonversikan menjadi satu bibit pohon ulin atau Eusideroxylon zwageri.

Bank Kalsel menargetkan 1.000 peserta dari masyarakat umum dan komunitas lari di Kalimantan Selatan. Setiap peserta ditantang menyelesaikan jarak 7,6 kilometer, baik dalam satu kali aktivitas maupun secara bertahap.

Dengan target total jarak mencapai 7.600 kilometer, program tersebut diharapkan menghasilkan 760 bibit ulin. Jumlah itu sekaligus menjadi simbol Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Ulin Dipilih untuk Reforestasi

Pemilihan pohon ulin bukan tanpa alasan. Pohon yang dikenal sebagai kayu besi khas Borneo tersebut memiliki nilai ekologis sekaligus historis bagi masyarakat Kalimantan.

Fachrudin menyebut ulin merupakan gambaran ketahanan dan investasi jangka panjang karena memiliki pertumbuhan yang relatif lambat, tetapi mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Menurutnya, penanaman ulin juga menjadi bentuk respons terhadap ancaman berkurangnya populasi pohon tersebut di habitat alaminya.

“Pohon Ulin merupakan simbol daya tahan dan investasi jangka panjang masyarakat Banua. Tumbuh perlahan namun sanggup bertahan hingga ratusan tahun,” katanya.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bank Kalsel dalam menerapkan prinsip Green Banking dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dibuka hingga September

AKSEL Virtual Run 2026 berlangsung dalam beberapa tahapan. Kegiatan diawali dengan kick-off lari bersama pada 14 Agustus 2026 di AKSEL Cafe Banjarmasin.

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 50 orang internal Bank Kalsel dan 50 perwakilan komunitas lari lokal, di antaranya SB Runners, GubernuRun, RIOT, dan Run From Reality.

Sementara itu, periode virtual run berlangsung hingga 12 September 2026. Pendaftaran dilakukan secara digital melalui fitur AKSEL Fun pada aplikasi Mobile Banking AKSEL By Bank Kalsel dengan biaya pendaftaran sebesar Rp76.

Sebanyak 100 pelari tercepat yang berhasil menyelesaikan dan mengunggah hasil lari sejauh 7,6 kilometer berkesempatan memperoleh jersey eksklusif bermotif kayu ulin serta PR Package Planting Kit.

Peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah melalui undian doorprize berupa perlengkapan lari dengan total nilai Rp30 juta serta 100 paket Planting Kit. Pengundian dijadwalkan berlangsung melalui siaran langsung kanal YouTube resmi Bank Kalsel pada akhir September 2026.

Puncak program akan ditandai dengan penanaman 760 bibit ulin di Tahura Sultan Adam, Mandiangin. Penanaman dilakukan bersama UPTD Tahura Sultan Adam dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Waktu penanaman akan menyesuaikan kondisi musim dan hasil konsultasi teknis dengan pengelola Tahura Sultan Adam. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang bibit ulin tumbuh dan bertahan di habitatnya.

Fachrudin mengatakan penanaman ditempatkan sebagai penutup rangkaian kegiatan agar hasil kontribusi peserta dapat menjadi simbol gerakan bersama masyarakat Kalsel.

“Aksi penanaman pohon ini sengaja kami posisikan di akhir periode sebagai grand finale. Dengan demikian, 760 bibit Ulin yang tertanam di Pegunungan Meratus benar-benar menjadi monumen dan simbol dari akumulasi keringat, perjuangan, serta gotong royong seluruh masyarakat Kalsel yang berlari bersama Bank Kalsel,” pungkasnya.
Lebih baru Lebih lama