BANJARMASIN, SOEARAKALSEL.COM — Bank Kalsel Syariah optimistis seluruh kuota pembiayaan rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2026 dapat terserap hingga akhir tahun.
Dari total kuota sebanyak 930 unit rumah, sekitar 60 persen di antaranya telah tersalurkan hingga semester pertama 2026. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi Bank Kalsel Syariah untuk memenuhi target penyaluran kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kepala Divisi Usaha Syariah Bank Kalsel, Khuzaimi, mengatakan pihaknya optimistis sisa kuota dapat terserap seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian terjangkau.
“Pencapaian hingga semester satu sudah 60 persen dan kami optimis kuota tercapai sampai akhir tahun nanti,” ujar Khuzaimi.
Menurutnya, salah satu keunggulan pembiayaan FLPP yang ditawarkan kepada masyarakat adalah kemudahan uang muka atau down payment (DP) yang dapat dimulai dari 1 persen.
Untuk memperluas pilihan bagi calon penerima, Bank Kalsel Syariah juga menggandeng ratusan pengembang perumahan di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.
“Kami bekerja sama dengan developer perumahan di seluruh Kalsel, ada 230-an developer. Jadi masyarakat ada banyak pilihan lokasi,” jelasnya.
Kerja sama tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah dalam memilih lokasi dan hunian yang sesuai dengan kebutuhan maupun kemampuan mereka.
Informasi mengenai pembiayaan rumah subsidi juga diberikan Bank Kalsel Syariah dalam ajang REI Kalsel Expo 2026 yang berlangsung pada 12–16 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Kalsel dan Bank Kalsel Syariah menjadi peserta platinum. Masyarakat dapat memperoleh informasi langsung mengenai skema pembiayaan perumahan serta pilihan rumah subsidi yang tersedia melalui stan Bank Kalsel Syariah.
Dengan capaian penyaluran sekitar 60 persen pada semester pertama, Bank Kalsel Syariah menargetkan seluruh kuota 930 unit FLPP dapat direalisasikan hingga penghujung 2026. (Ril)