Pelepasan kontingen dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, di Banjarbaru, Selasa (9/6/2026).
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Dinansyah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang dipercaya mewakili Banua pada ajang nasional tersebut.
"Saya sampaikan penghargaan dan apresiasi kepada saudara-saudara Kristiani yang terpilih sebagai kontingen Pesparawi, mewakili Kalimantan Selatan pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Tentu saya merasa bangga atas partisipasi jemaat Kristiani Banua di ajang tersebut," ujarnya.
Gubernur optimistis kontingen Kalimantan Selatan mampu mengukir prestasi. Keyakinan tersebut didasarkan pada keberhasilan kontingen Kalsel yang sebelumnya berhasil membawa pulang sejumlah medali emas dan perak.
"Pada ajang Pesparawi tahun sebelumnya, kontingen Kalsel berhasil meraih beberapa medali emas dan medali perak. Maka tahun ini saya yakin kontingen Kalsel dapat meraih hasil yang tak kalah memuaskan," katanya.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa keikutsertaan dalam Pesparawi bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana menyebarkan nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan perdamaian.
"Saya berpesan agar saudara-saudara berkompetisi tanpa mengabaikan esensi yang sesungguhnya, yaitu menyebarkan cinta kasih dan pesan-pesan perdamaian dalam semangat Trinitas," pesannya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan dan fasilitasi agar seluruh kontingen dapat mengikuti perlombaan dengan baik.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Hadi Saputera, mengatakan Pesparawi merupakan wadah pembinaan keimanan sekaligus sarana mempererat persaudaraan dan persatuan bangsa melalui seni musik gerejawi.
"Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan paduan suara dan seni musik gerejawi, tetapi juga sarana pembinaan iman, penguatan persaudaraan serta wadah mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga sportivitas, serta membawa nama baik Kalimantan Selatan selama mengikuti kompetisi di Manokwari.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalimantan Selatan, Andi Lukito, melaporkan bahwa Kalsel akan mengikuti lima kategori lomba, yakni Paduan Suara Dewasa Campuran, Solo Remaja Putra, Solo Remaja Putri, Solo Anak Usia 10–13 Tahun, dan Vokal Grup.
Sebanyak 62 peserta dan ofisial akan diberangkatkan dalam dua tahap, yakni 18–24 Juni dan 22–28 Juni 2026, menyesuaikan kapasitas akomodasi yang disiapkan panitia di Manokwari.
Andi mengungkapkan kebutuhan anggaran keberangkatan kontingen mencapai lebih dari Rp500 juta. Dari jumlah tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan telah memberikan dukungan sebesar Rp265 juta, sementara kekurangannya dipenuhi melalui dukungan pemerintah daerah, gereja, mitra LPPD, para donatur, serta partisipasi peserta.
Ia berharap seluruh kontingen dapat berangkat, bertanding, dan kembali ke Kalimantan Selatan dalam keadaan sehat serta mampu mengharumkan nama Banua di tingkat nasional.
Melalui keikutsertaan pada Pesparawi Nasional XIV, Kontingen Kalimantan Selatan diharapkan tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga menjadi duta kerukunan, toleransi, dan perdamaian yang mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Banua.