BPBD Kalsel Optimalkan Heli Water Bombing untuk Tangani Karhutla, Prioritaskan Kawasan Bandara


SOEARAKALSEL.COM, BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing. Strategi ini dijalankan bersamaan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat pemadaman titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan operasi udara menjadi bagian penting dalam strategi penanggulangan karhutla, khususnya di lokasi yang memiliki akses terbatas.

 "Operasi udara sudah kita laksanakan bersamaan dengan Operasi Modifikasi Cuaca. Saat tim darat menemukan titik api yang tidak dapat dijangkau, maka operasi udara melalui heli water bombing langsung dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut," ujar Ronny di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).

Saat ini, BPBD Kalsel mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa tiga unit helikopter water bombing dan satu unit helikopter patroli udara. Seluruh armada tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat respons penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.

Ronny mengungkapkan, dukungan udara dari BNPB telah memberikan hasil positif karena mampu memadamkan sejumlah titik api yang sebelumnya tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.

 "Alhamdulillah, beberapa titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat berhasil dipadamkan melalui operasi heli water bombing yang merupakan bantuan dari BNPB," katanya.

Operasional helikopter akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Dukungan udara tersebut direncanakan berlangsung hingga berakhirnya status siaga darurat karhutla pada 31 Oktober 2026.

"Kita menetapkan status sampai dengan 31 Oktober. Harapan kami sebelum tanggal tersebut kondisi sudah terkendali sehingga heli water bombing tidak lagi diperlukan karena seluruh titik api telah berhasil dipadamkan," jelas Ronny.

Selain mengoptimalkan armada yang ada, BPBD Kalsel juga merencanakan penambahan satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat kemampuan pemadaman di daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Ada rencana penambahan satu unit heli water bombing lagi untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat," ungkapnya.

Ronny menegaskan, fokus utama penanganan saat ini berada di Zona 1, yakni kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor. Prioritas tersebut dilakukan guna mencegah kabut asap akibat karhutla mengganggu keselamatan dan kelancaran aktivitas penerbangan.

"Prioritas utama kita adalah Zona 1, yaitu kawasan sekitar bandara. Kami berupaya menghindari adanya gangguan terhadap penerbangan akibat kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.

Melalui sinergi antara operasi darat, operasi udara, dan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan berharap penanganan karhutla dapat berlangsung lebih efektif sehingga dampak kebakaran terhadap masyarakat, lingkungan, serta transportasi udara dapat diminimalkan. 
Lebih baru Lebih lama