Di Hadapan DPRD Kalsel, PLN Ungkap Alasan Pemadaman Listrik Bergilir


SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – PT PLN (Persero) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait pemadaman listrik bergilir yang meresahkan sebagian warga di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal ini disampaikan langsung dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Kalsel pada Kamis (2/7/2026).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir merupakan langkah terukur untuk menjaga kestabilan sistem interkoneksi kelistrikan se-Kalimantan guna mencegah terjadinya blackout atau mati total.

Masalah ini bermula dari kendala operasional pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan Tengah.

Menurut Iwan, sebelumnya sudah ada jadwal penghentian operasi pembangkit untuk pemeliharaan rutin (plant outage). Sayangnya, proses pemeliharaan tersebut mengalami keterlambatan.

"Karena plant outage tidak selesai sesuai jadwal, pembangkit lain terpaksa menanggung seluruh kebutuhan sistem kelistrikan. Akibat menahan beban yang terlampau berat, sebagian pembangkit akhirnya mengalami forced outage atau gangguan tak terencana," jelas Iwan.

Kondisi kritis ini membuat pasokan daya menurun drastis. Jika beban tidak segera dikurangi oleh pihak operator, frekuensi listrik akan terus anjlok dan berpotensi memicu blackout di seluruh sistem interkoneksi Kalimantan.

"Kalau sistem dipaksa melayani seluruh beban, seluruh Kalimantan bisa padam. Proses pemulihan setelah blackout jauh lebih rumit dan memakan waktu lama, karena satu unit pembangkit butuh 3-4 jam untuk beroperasi kembali sebelum semuanya disinkronkan," tambahnya.

Sebagai solusi jangka pendek, PLN menerapkan manajemen beban secara bertahap (pemadaman bergilir). Pengurangan beban ini diprioritaskan pada pelanggan industri atau pihak yang memiliki pembangkit listrik mandiri (genset), sehingga dampak durasi pemadaman terhadap pelanggan rumah tangga bisa diminimalisasi.

Saat ini, PLN tengah mempercepat pemulihan pada unit pembangkit yang terganggu, mengoptimalkan pembangkit yang masih beroperasi, serta melakukan pengaturan operasi sistem secara real time agar pasokan listrik di Kalimantan bisa segera kembali normal. (Thania Ang)


Lebih baru Lebih lama