Inflasi Kalsel Turun Jadi 4,28 Persen, TPID Perkuat Strategi Jaga Harga dan Daya Beli

BANJARBARU, SOEARAKALSEL.COM — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan optimistis tren pengendalian inflasi mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, inflasi tahunan pada Juli 2026 tercatat 4,28 persen, turun dibandingkan Juni yang berada di angka 4,47 persen.

Penurunan juga terlihat pada inflasi bulanan. Pada Juli 2026, inflasi month-to-month (mtm) tercatat hanya 0,03 persen, jauh lebih rendah dibandingkan capaian Juni sebesar 0,48 persen.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel Eddy Elminsyah Jaya mengatakan perbaikan tersebut menjadi indikator positif dari sinergi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga di daerah.

“Perbaikan angka inflasi ini menunjukkan bahwa koordinasi dan sinergi yang dibangun seluruh anggota TPID mulai membuahkan hasil. Ke depan, upaya pengendalian akan terus diperkuat agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Eddy.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi dorongan bagi TPID untuk tidak mengendurkan langkah pengendalian, terutama menghadapi periode yang berpotensi meningkatkan permintaan dan mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.

Fokus pada Strategi 4K

Eddy menjelaskan, TPID Kalsel akan memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui empat aspek utama atau 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Koordinasi akan terus dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota, Bank Indonesia, Bulog, serta instansi terkait untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, Bank Indonesia, Bulog, serta instansi terkait agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan distribusinya berjalan lancar sehingga gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini,” jelasnya.

Sejumlah komoditas strategis juga menjadi perhatian dalam pengawasan TPID. Di antaranya beras, daging ayam ras, minyak goreng, serta berbagai komoditas hortikultura yang memiliki pengaruh terhadap pergerakan inflasi di Kalsel.

TPID Kalsel menilai pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan menjaga angka inflasi, tetapi juga memastikan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tetap terjaga.

Dengan penguatan koordinasi lintas instansi, pemerintah daerah optimistis stabilitas harga dapat dipertahankan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kalsel dan menjaga daya beli masyarakat.

Lebih baru Lebih lama