BANJARBARU, SOEARAKALSEL.COM — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel H. Muhidin bahkan turun langsung memastikan proses pemadaman tidak hanya menyasar api di permukaan, tetapi juga bara yang masih tersimpan di dalam gambut.
Kawasan Guntung Damar menjadi salah satu titik prioritas penanganan karena berada di wilayah ring satu dan berdekatan dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Saat melakukan pemantauan pada Minggu (23/8/2026), Muhidin menemukan sejumlah titik masih mengeluarkan asap meski secara kasatmata api terlihat telah padam.
Setelah dilakukan pengecekan terhadap kondisi tanah, diketahui kawasan tersebut merupakan lahan gambut yang masih menyimpan panas dan bara di bagian dalam.
“Setelah kami lihat dan tanahnya diambil, ternyata ini gambut dan di dalamnya masih panas. Masih ada bara,” ujar Muhidin.
Karena itu, ia meminta petugas memastikan proses penyiraman dilakukan secara maksimal hingga tanah benar-benar basah dan tidak lagi mengeluarkan asap.
“Kalau asap masih ada, berarti apinya masih keluar lagi. Jadi harus benar-benar dimatikan,” tegasnya.
Selain memperkuat pemadaman, pemerintah juga menghadapi persoalan berkurangnya pasokan air setelah penanganan karhutla berlangsung lebih dari sepekan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Muhidin pada Senin (24/8/2026) kembali turun langsung meninjau saluran irigasi di kawasan Cindai Alus, Kabupaten Banjar.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan air dari saluran irigasi dapat dialirkan menuju embung yang selanjutnya digunakan untuk mendukung pemadaman di Guntung Damar.
“Kita memastikan airnya tersedia dan bisa mengalir ke lokasi kebakaran,” kata Muhidin.
Hasil pengecekan menunjukkan saluran yang masih dalam kondisi baik hanya sekitar 150 meter. Sementara lebih dari satu kilometer saluran lainnya membutuhkan pembersihan.
Pemprov Kalsel menargetkan pembersihan saluran tersebut dapat diselesaikan dalam satu hari agar distribusi air segera kembali optimal.
“Besok kita bersihkan bersama-sama, targetnya selesai satu hari,” ungkapnya.
Air dari saluran kemudian akan dialirkan menuju embung sebelum dipompa ke titik-titik kebakaran.
“Air kita alirkan ke embung, kemudian dipompa ke titik api,” jelas Muhidin.
Menurutnya, pola tersebut lebih efektif dibandingkan mengandalkan mobil tangki yang memiliki keterbatasan kapasitas dan membutuhkan waktu untuk mengisi maupun mengangkut air.
Siapkan Ratusan Pompa
Penguatan pemadaman juga dilakukan melalui penambahan mesin pompa. Sebelumnya, pemerintah menghimpun sekitar 300 unit pompa dari berbagai pihak, terdiri dari bantuan pengusaha, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan serta pompa milik BPBD Provinsi Kalsel.
Ratusan pompa tersebut diprioritaskan untuk sejumlah kawasan, termasuk sekitar 100 unit di Guntung Damar, 100 unit di Pengayuan dan 100 unit di kawasan hutan lindung.
Muhidin menyebut tambahan sekitar 200 pompa juga telah diterima untuk memperkuat penanganan di lapangan.
“Kita sudah mendapat tambahan 200 pompa,” katanya.
Ia menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara intensif agar bara yang berada di dalam gambut tidak kembali muncul dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Kita harus bekerja ekstra. Sampai dua minggu ini harus kita hajar api yang ada di sini,” tegas Muhidin.
Ia juga meminta penggunaan alat berat di lokasi karhutla dilakukan secara terkoordinasi, terutama dengan memastikan terlebih dahulu status dan kepemilikan lahan.
Menurutnya, koordinasi diperlukan baik untuk lahan milik perusahaan maupun masyarakat sehingga penanganan dapat dilakukan tanpa menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Muhidin berharap upaya terpadu tersebut mampu mempercepat penanganan karhutla di Kalsel dan mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar seperti yang pernah terjadi pada 2015.
“Ini tidak separah tahun 2015. Mudah-mudahan jangan sampai terjadi seperti itu,” ujarnya.
Dalam penanganan tersebut, Pemprov Kalsel melibatkan unsur Forkopimda, BPBD, TNI, Polri, BWS Kalimantan III, pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya.