Pada upacara tersebut, sambutan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dibacakan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga fondasi utama yang mempersatukan bangsa sekaligus menjadi pedoman Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Subhan menyampaikan, di tengah berbagai tantangan global seperti pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika geopolitik internasional, Pancasila telah terbukti menjadi pedoman yang mampu menjaga persatuan bangsa yang majemuk.
"Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, budaya, bahasa, dan agama dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat melalui nilai-nilai Pancasila," ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga menjadi landasan Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif demi mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Ia menambahkan, semangat musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen penting dalam diplomasi Indonesia untuk menjembatani berbagai perbedaan serta mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Selain itu, Indonesia terus menunjukkan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.
"Perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia. Semangat inilah yang sejalan dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam Pancasila," katanya.
Dalam momentum Hari Lahir Pancasila, Pemprov Kalsel juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Pemerintah menegaskan setiap kebijakan publik harus berlandaskan prinsip keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, dan memastikan seluruh warga memperoleh manfaat pembangunan secara merata. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan terus memperkuat semangat persatuan serta menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi mengganggu keharmonisan bangsa.
"Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jaya Indonesiaku," tutupnya.