SOEARAKALSEL.COM, BANJARBARU — Ratusan sopir truk menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (13/5/2026), menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum segera menindak dugaan mafia BBM subsidi yang disebut menjadi penyebab langkanya solar di sejumlah SPBU.
Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan tuntutan pemberantasan mafia BBM hingga dugaan praktik pelangsiran solar subsidi ke perusahaan tambang. Para sopir mengaku kesulitan mendapatkan solar untuk operasional kendaraan mereka dalam beberapa pekan terakhir.
Salah satu orator aksi, Babeh Aldo, menilai kelangkaan Biosolar diduga terjadi karena adanya oknum yang mengalihkan BBM subsidi untuk kepentingan tambang.
> “Kami menduga kuat hilangnya Biosolar ini adalah untuk penggunaan tambang,” ujarnya saat berorasi di hadapan massa.
Ia juga meminta aparat penegak hukum membongkar dugaan gudang penimbunan BBM subsidi yang disebut berada di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
“Tolong Pak tindak tegas para mafia itu. Kasihan para sopir,” tegasnya.
Para sopir mengaku terpaksa mengantre hingga berhari-hari di SPBU demi mendapatkan solar subsidi. Bahkan sebagian memilih membeli BBM nonsubsidi dengan harga lebih mahal agar tetap bisa bekerja. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap biaya distribusi barang dan kebutuhan masyarakat.
Koordinator lapangan aksi, Aliansyah, meminta pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi menunjukkan langkah nyata dalam memberantas mafia BBM subsidi.
“Kami tidak ingin sekadar janji, melainkan aksi nyata untuk memberantas mafia BBM,” katanya.
Aksi massa kemudian ditemui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, bersama unsur kepolisian, TNI, dan pihak Pertamina. Pemerintah Provinsi Kalsel menyatakan akan membentuk satuan tugas guna mengatasi kelangkaan solar subsidi dan praktik premanisme di SPBU.
Tags
UNJUK RASA