Gubernur Pastikan Pemadaman Bergilir Berakhir Akhir Agustus


SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memastikan kondisi kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diperkirakan kembali normal pada akhir Agustus 2026. 

Kepastian tersebut diperoleh setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) terkait perkembangan perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan.

Muhidin mengatakan, berdasarkan hasil komunikasi dengan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Asam-Asam, pemulihan sistem kelistrikan bergantung pada penyelesaian perbaikan generator di PLTU Asam-Asam dan perbaikan dua pipa boiler di pembangkit IPP Murung Raya, Kalimantan Tengah.

"Kami mendapat informasi bahwa perbaikan dua pipa boiler di IPP Murung Raya selesai awal Agustus. Sedangkan PLTU Asam-Asam ditargetkan selesai pada 25 Agustus. Insyaallah akhir Agustus kondisi sudah kembali normal," ujar Muhidin.

Pernyataan itu disampaikan usai melakukan video call dengan pihak PLN Indonesia Power melalui Kepala BIN Daerah Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Sentot Adi Darmawan di Gedung DPRD Kalsel, Selasa (28/7/2026).

Muhidin juga meluruskan informasi yang sebelumnya menyebut PLTGU Muara Teweh mengalami gangguan. Menurutnya, kerusakan justru terjadi pada fasilitas pembangkit milik pihak swasta yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan.

"Saya juga menyampaikan permohonan maaf atas penyampaian sebelumnya. Ternyata bukan PLTGU Muara Teweh yang mengalami kerusakan, melainkan fasilitas milik pihak swasta yang mendukung sistem," katanya.

Pemerintah Provinsi Kalsel pun terus berkoordinasi dengan PLN agar proses pemulihan berjalan sesuai target sehingga masyarakat tidak lagi terdampak pemadaman bergilir dalam waktu lama.
Lebih baru Lebih lama