PLN Pastikan Pemadaman Kalsel-Kalteng Berkurang Mulai Akhir Juli, Normal Penuh September


SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang terdampak pemadaman listrik bergilir. PT PLN (Persero) memastikan durasi pemadaman mulai berkurang secara bertahap sejak akhir Juli 2026.

Pemulihan sistem kelistrikan ditargetkan berlangsung seiring kembali beroperasinya sejumlah pembangkit yang saat ini masih mengalami gangguan. PLN menargetkan kondisi kelistrikan di Kalsel dan Kalteng kembali normal sepenuhnya pada 6 September 2026.

Asisten Manajer Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani, mengatakan perbaikan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan daya pembangkit.

“Insya Allah di awal September kondisi kelistrikan kita sudah pulih sepenuhnya. Mulai akhir bulan ini durasi pemadaman akan berkurang, kemudian bertahap sampai sistem kembali normal,” ujar Akhyar, Selasa (28/7/2026).

Saat ini, PLN masih menangani gangguan pada PLTU Asam-Asam. Selain itu, terdapat gangguan pada pembangkit di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, serta pembangkit milik Tanjung Power Indonesia.

PLN telah menyusun tahapan pemulihan untuk menambah pasokan daya ke sistem. Salah satu unit pembangkit ditargetkan kembali beroperasi pada 30 Juli 2026.

Dengan masuknya tambahan daya tersebut, durasi pemadaman yang saat ini dapat mencapai sekitar lima hingga enam jam diperkirakan turun menjadi sekitar tiga jam.

Selanjutnya, pada 5 Agustus 2026, pembangkit tambahan lainnya ditargetkan mulai masuk sistem. Kondisi tersebut diharapkan membuat sistem kelistrikan memasuki status siaga, yakni ketika kemampuan pembangkit mulai mampu mengimbangi kebutuhan beban.

Meski demikian, PLN mengingatkan pemadaman masih dapat terjadi apabila kembali muncul gangguan pada pembangkit. Namun, durasinya diperkirakan tidak akan selama kondisi saat ini.

Tahap pemulihan berikutnya dijadwalkan pada 29 Agustus 2026, ketika PLTU Asam-Asam ditargetkan kembali beroperasi.

Setelah seluruh pembangkit yang mengalami gangguan kembali masuk sistem, PLN menargetkan kondisi kelistrikan Kalsel dan Kalteng dapat kembali normal sepenuhnya pada 6 September 2026.

PLN Akui Informasi Pemadaman Masih Perlu Diperbaiki

Di tengah keluhan masyarakat terkait pemadaman bergilir, PLN juga mengakui masih terdapat kekurangan dalam penyampaian informasi kepada pelanggan.

Akhyar mengatakan informasi mengenai kondisi kelistrikan dan pemadaman selama ini disampaikan melalui grup WhatsApp pelanggan serta aplikasi PLN Mobile.

Ke depan, PLN berkomitmen meningkatkan keterbukaan informasi, khususnya mengenai perkembangan perbaikan pembangkit dan penyebab gangguan yang berdampak terhadap pasokan listrik.

“Ini menjadi evaluasi kami agar penyampaian informasi kepada masyarakat bisa lebih masif,” katanya.

Sementara itu, Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Banjarmasin, Muhammad Hendy Saifuddin, menjelaskan sistem kelistrikan di Kalimantan terhubung melalui jaringan interkoneksi yang mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.

Karena berada dalam satu sistem interkoneksi, gangguan pada satu pembangkit dapat berdampak terhadap pasokan listrik di wilayah lain.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Seharusnya dua minggu lalu kondisi sudah normal, namun kami kembali mengalami gangguan di sisi pembangkit,” ujar Hendy.

PLN berharap pemulihan sejumlah pembangkit sesuai jadwal dapat segera meningkatkan pasokan daya dan memperpendek durasi pemadaman hingga sistem kelistrikan Kalsel dan Kalteng kembali normal sepenuhnya pada awal September.
Lebih baru Lebih lama