SOEARAKALSEL.COM, KANDANGAN - Bunda PAUD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, menggelar aksi door to door menyambangi kediaman warga di Jalan Singakarsa, Kelurahan Kandangan Barat, Kecamatan Kandangan, Selasa (01/09/2026).
Aksi jemput bola ini dilakukan guna menyukseskan program
prioritas Pemkab HSS terkait Wajib Belajar 13 Tahun sekaligus mendongkrak angka
partisipasi anak dalam layanan pendidikan usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD HSS mendatangi langsung
kediaman Raisya Faiza (4), putri pasangan Jumberiyanor dan Mariani, untuk
menyerap aspirasi dan kendala keluarga terkait akses persekolahan.
Melalui pendekatan tatap muka secara inklusif, tim
penjangkauan berupaya menggali persoalan lapangan yang memicu masih adanya anak
usia dini belum masuk ke satuan pendidikan.
Langkah persuasif ini ditujukan untuk memetakan data secara
presisi serta menjembatani keluarga kurang mampu agar dapat terhubung dengan
fasilitas PAUD terdekat.
Di sela dialog bersama pihak keluarga, Hj. Mustaidah mengingatkan
pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak pada masa-masa keemasan (golden age).
"PAUD bukan sekadar tempat bermain, melainkan ruang
pembentukan karakter, kemampuan sosial, serta kemandirian anak sebelum
melangkah ke jenjang sekolah dasar," ungkap Hj. Mustaidah.
Ia meminta para orang tua di Kabupaten HSS agar tidak
menunda pendaftaran anak ke lembaga PAUD demi masa depan generasi penerus
Banua.
"Pemberian stimulasi yang tepat sejak dini sangat
menentukan kecerdasan, kesehatan mental, dan kepribadian anak di masa
mendatang," pungkasnya.
Melalui upaya ini, Pemkab HSS optimistis seluruh anak di
daerah tersebut mendapatkan hak serta kesempatan belajar yang setara tanpa
terkecuali.
