SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN — Kepergian mantan Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin meninggalkan duka dan kesan mendalam bagi Rosehan Noor Bahri. Keduanya pernah menjadi pasangan dalam Pilkada Kalimantan Selatan 2005 dan memimpin provinsi tersebut selama satu periode.
Rudy Arifin dan Rosehan Noor Bahri diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pilkada Kalsel 2005. Saat itu, terdapat lima pasangan calon yang berkompetisi memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan.
Bagi Rosehan, Rudy Arifin bukan hanya sosok pemimpin, tetapi juga guru politik sekaligus rekan kerja yang memberikan banyak kenangan selama menjalankan pemerintahan.
Rosehan mengenang adanya perbedaan karakter dalam mengambil keputusan saat keduanya bekerja bersama. Menurutnya, dirinya cenderung menginginkan keputusan yang cepat, sementara Rudy Arifin lebih mengedepankan aturan dan prosedur pemerintahan.
"Kalau saya maunya keputusan cepat. Tapi kalau Pak Rudy, beliau lebih mengikuti aturan pemerintah," ujar Rosehan.
Salah satu kenangan yang paling membekas bagi Rosehan adalah ketika keduanya bekerja sama dalam program perbaikan jalan di Kalimantan Selatan. Program tersebut pada 2010 mendapat respons positif dari masyarakat karena kondisi jalan yang semakin baik dan mulus.
Rosehan menyebut, respons masyarakat saat itu menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama dirinya bersama Rudy Arifin menjalankan pemerintahan.
Di tengah suasana duka, Rosehan juga menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat mengantarkan Rudy Arifin ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Rosehan diketahui berada di Jakarta dan tidak dapat kembali ke Kalimantan Selatan karena terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu perjalanan.
Ia menyebut Rudy Arifin sebagai guru politik sekaligus rekan kerja yang baik dan sangat menyayangkan tidak dapat hadir langsung dalam prosesi pemakaman.
Bagi Rosehan, kepergian Rudy Arifin bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi orang-orang yang pernah bekerja dan berjuang bersamanya dalam membangun Kalimantan Selatan.