SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN — Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi atau Paman Yani, mendorong sektor pariwisata tetap menjadi program prioritas meski kemampuan keuangan daerah untuk tahun anggaran 2027 mengalami penyesuaian.
Menurut Paman Yani, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi perhatian terhadap program pariwisata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin rapat lanjutan pembahasan rancangan anggaran 2027 bersama Dinas Pariwisata Kalsel, Biro Administrasi Pembangunan Setda Kalsel, Bappeda, dan BPKAD, Senin (6/10/2026).
Paman Yani mengakui adanya penyesuaian alokasi anggaran pada sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pariwisata. Namun, ia meminta program yang benar-benar prioritas tetap dipertahankan.
“Kita harus tetap optimis. Program-program prioritas yang memberikan manfaat bagi masyarakat harus tetap menjadi perhatian bersama. Nanti akan kita perjuangkan kembali dalam pembahasan berikutnya agar kebutuhan yang memang penting dapat terakomodasi,” kata Paman Yani.
Ia juga mendorong Dinas Pariwisata Kalsel lebih agresif menggali potensi pendapatan daerah. Salah satu langkah yang dinilai dapat dilakukan yakni memperluas kerja sama dengan pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Paman Yani, aset dan potensi wisata yang dimiliki Kalsel harus mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Artinya, pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tantangan fiskal,” ujarnya.
Paman Yani menilai inovasi menjadi penting ketika ruang fiskal pemerintah daerah terbatas. Dengan pengelolaan yang lebih kreatif dan dukungan pihak ketiga, berbagai potensi wisata di Kalsel diharapkan tetap dapat dikembangkan tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Komisi II DPRD Kalsel selanjutnya akan kembali membahas kebutuhan anggaran tersebut untuk memastikan program yang dinilai strategis tetap mendapat dukungan.
Paman Yani menegaskan, penyesuaian anggaran harus diikuti dengan penajaman skala prioritas agar pembangunan sektor pariwisata tetap berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.