Bank Kalsel Perkuat Peran Dorong Ekonomi Daerah di Usia ke-62


SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN – Memasuki usia ke-62, Bank Kalsel terus memperkuat perannya dalam mendorong perekonomian daerah. Momentum hari jadi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan perbankan, memperluas inklusi keuangan, serta memantapkan langkah menuju bank devisa.

Manajemen Bank Kalsel menegaskan, perjalanan lebih dari enam dekade tidak sekadar berfokus pada aktivitas transaksi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan layanan yang semakin mudah diakses, aman, dan relevan dengan kebutuhan nasabah.

Sepanjang tahun 2025, Bank Kalsel mencatat berbagai langkah strategis melalui inovasi layanan keuangan, termasuk penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya tersebut diperkuat dengan akselerasi digitalisasi perbankan yang memberikan kemudahan akses produk dan layanan secara praktis dan efisien.

Di sektor syariah, Bank Kalsel juga menunjukkan komitmennya dengan meresmikan tiga Kantor Cabang Pembantu (KCP) syariah baru di Kalimantan Selatan. Langkah ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Perluasan layanan turut diperkuat melalui program Agen Laku Pandai. Hingga Desember 2025, Bank Kalsel telah memiliki 968 agen yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan kantor bank. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.

Sejumlah capaian tersebut juga diiringi dengan berbagai penghargaan sepanjang 2025, mulai dari bidang layanan perbankan, inovasi digital, hingga kinerja keuangan. Hal ini menjadi indikator konsistensi Bank Kalsel dalam menjaga kualitas layanan serta kepercayaan publik.

Ke depan, Bank Kalsel menargetkan transformasi strategis periode 2026–2028 dengan fokus pada peningkatan pendapatan non-bunga, efisiensi operasional, serta penguatan kualitas kredit. Pengembangan sumber daya manusia dan digitalisasi juga akan terus menjadi prioritas utama.

Selain itu, Bank Kalsel tengah mempersiapkan langkah menuju bank devisa melalui penguatan tata kelola, kesiapan infrastruktur, serta pemenuhan regulasi dari otoritas terkait. Dengan status tersebut, Bank Kalsel diharapkan mampu menghadirkan layanan transaksi valuta asing yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Melalui berbagai strategi tersebut, Bank Kalsel optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. (Ang)
Lebih baru Lebih lama