Agenda yang menggandeng pihak Alishter sebagai mitra strategis ini diikuti oleh 110 peserta perwakilan dari delapan wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten HSS.
Sekretaris Daerah (Sekda) HSS, Muhammad Noor, hadir mewakili Bupati HSS H. Syafrudin Noor untuk membuka secara resmi jalannya edukasi yang berfokus pada teknik penggunaan bahan kimia secara aman.
Saat membacakan sambutan tertulis Bupati, Muhammad Noor mengingatkan bahwa herbisida dengan bahan aktif seperti parakuat diklorida memang sangat efektif mendongkrak produktivitas tanaman, namun membawa risiko kesehatan yang tinggi bila menyalahi prosedur.
“Pelatihan ini sangat penting agar petani tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan bertanggung jawab dalam penggunaan pestisida,” ujar Sekda Muhammad Noor.
Sepanjang kegiatan, ratusan petani tersebut dibekali dengan berbagai materi komprehensif mulai dari cara membaca label kemasan, teknik penyimpanan zat kimia, penanganan limbah, hingga pencegahan keracunan.
Selain teori di dalam ruangan, instruktur pelatihan juga memberikan simulasi dan praktik langsung mengenai tata cara penyemprotan yang aman serta efisien saat berada di area persawahan.
Pemberdayaan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab HSS dalam menyelaraskan visi daerah yang Sejahtera, Mandiri, Agamis, Mengayomi, dan Teknologi (SEMANGAT) melalui sektor agraria.
Program ini sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia guna memperkuat pilar ketahanan pangan nasional dari tingkat hulu.
“Kita berharap ilmu yang diperoleh para peserta dapat disebarluaskan kepada petani lain di wilayah masing-masing agar tercipta pola pikir pertanian profesional yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Tags
HSS
