SOEARAKALSEL.COM, BANJARMASIN — DPRD Kalimantan Selatan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan PTAM Bandarmasih menyusul keluhan masyarakat terkait distribusi air payau dan asin.
Anggota Komisi II DPRD Kalsel dari Fraksi PAN, Adrizal, menilai persoalan kualitas air yang dialami pelanggan harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kota Banjarmasin dan jajaran manajemen PTAM Bandarmasih.
Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk mengetahui penyebab persoalan sekaligus memastikan langkah perbaikan pelayanan berjalan efektif.
“Ini bukan lagi sekadar persoalan untung dan rugi, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat,” kata Adrizal di Banjarmasin, Senin (5/10/2026).
Adrizal mengatakan, pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga kualitas pelayanan perusahaan daerah air minum tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab memberikan layanan yang layak kepada pelanggan.
Ia juga menilai kebijakan kompensasi perlu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan tersebut.
Adrizal membandingkan kondisi di Banjarmasin dengan kebijakan PTAM Intan Banjar dan Pemerintah Kota Banjarbaru yang memberikan potongan tagihan sebesar 50 persen kepada pelanggan terdampak.
Menurutnya, langkah serupa patut dipertimbangkan PTAM Bandarmasih dan Pemko Banjarmasin sebagai bentuk keberpihakan kepada pelanggan yang menerima pelayanan dengan kualitas yang menurun.
Namun, Adrizal menilai persoalan tidak cukup diselesaikan melalui pemberian kompensasi.
Ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan manajemen PTAM Bandarmasih. Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat apakah langkah penanganan yang selama ini dilakukan sudah efektif atau justru membutuhkan perubahan.
“Kalau evaluasi menunjukkan pelayanan tidak kunjung membaik, penyegaran jajaran manajemen bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan,” ujarnya.
Adrizal menegaskan, opsi tersebut bukan semata-mata persoalan pergantian orang, melainkan bagian dari upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik.
Dengan demikian, persoalan air payau dan asin di Banjarmasin diharapkan tidak berulang dan terus menjadi keluhan pelanggan.